1. SUDUT
A). Pengertian Sudut
Sudut adalah pertemuan dua ruas garis pada satu titik. Untuk menyatakan besaran sudut menggunakan istilah derajat (°). Besar sudut adalah besar daerah yang dibatasi oleh dua sinar garis yang berimpit pangkalnya. Untuk menentukan besarnya sudut dapat menggunakan busur derajat.
Besar sudut dalam putaran yaitu:
- Besar sudut 1 putaran = 360°
- Besar sudut 1/2 putaran = 1/2 × 360° = 180°
- Besar sudut 1/3 putaran = 1/3 × 360° = 120°
- Besar sudut 1/4 putaran = 1/4 × 360° = 90°
- Besar sudut 3/4 putaran = 3/4 × 360° = 270°
Ada tiga bagian pada sudut yaitu:
- Kaki sudut adalah sinar garis yang membentuk sudut.
- Titik sudut adalah titik pangkal atau titik perpotongan kedua sinar garis.
- Daerah sudut adalah daerah yang ada di antara kedua kaki sudut.
B). Jenis-jenis sudut
C). Hubungan Antar Sudut (Relasi Sudut)
1). Sudut berpenyiku (komplemen)
Sudut berpenyiku adalah sudut-sudut yang jumlahnya 90°.
Perhatikan gambar relasi berpenyiku di atas! Tentukan besar penyiku dari sudut AOB?
∠AOB + ∠BOC = 90° ↔ 2x + x = 90°
3x = 90° ↔ x = 30°
∠AOB = 2x = 2 × 30° = 60°
Penyiku ∠AOB = 90° - 60° = 30°
2). Sudut Berpelurus (Suplemen)
Sudut berpelurus adalah sudut-sudut yang jumlahnya 180°.
Tentukan besar pelurus dari sudut COD berdasarkan skema kurva berpelurus di atas!
∠AOB + ∠BOC + ∠COD = 180°
(2x - 30°) + 60° + (3x + 50°) = 180°
5x + 80° = 180° ↔ 5x = 100° ↔ x = 20°
∠COD = 3x + 50° = 3(20°) + 50° = 110°
Pelurus ∠COD = 180° - 110° = 70°
3). Sudut bertolak belakang
Sudut bertolak belakang memiliki besar yang sama (∠A1 = ∠A3 dan ∠A2 = ∠A4).
Perhatikan susunan garis berpotongan di atas. Tentukan nilai dari x - y ?
- Perhatikan bagian atas garis lurus ∠AOD = 180°:
x + 3x + x = 180° ↔ 5x = 180° ↔ x = 36° - Sudut bawah berkombinasi bertolak belakang dengan total sudut bagian atas (3x):
4y + 5y = 3x ↔ 9y = 3(36°) → 9y = 108° ↔ y = 12°
Sehingga: x - y = 36° - 12° = 24°
4). Sudut dari dua garis sejajar
(i). Sehadap: Arah sama, besar sudut sama
- ∠A1 = ∠B1, ∠A2 = ∠B2, ∠A3 = ∠B3, ∠A4 = ∠B4
(ii). Berseberangan: Besar sudut sama
- Berseberangan dalam: ∠A3 = ∠B1 dan ∠A4 = ∠B2
- Berseberangan luar: ∠A1 = ∠B3 dan ∠A2 = ∠B4
(iii). Sepihak: Jumlah besar sudut = 180°
- Sepihak dalam: ∠A3 + ∠B2 = 180° dan ∠A4 + ∠B1 = 180°
- Sepihak luar: ∠A1 + ∠B4 = 180° dan ∠A2 + ∠B3 = 180°
Berdasarkan struktur garis sejajar pada gambar di atas, tentukan nilai dari 4x - 20°?
∠DFE sehadap dengan ∠BEC sehingga ∠BEC = 40°. Karena ∠AEC siku-siku (90°):
∠AEC = 90° ↔ ∠AEB + ∠BEC = 90°
5x + 40° = 90° ↔ 5x = 50° ↔ x = 10°
Maka: 4x - 20° = 4(10°) - 20° = 20°
D). Sudut pada bangun datar
1). Jumlah Sudut Segi-n Bangun Datar
Jumlah semua sudut segi-n = (n - 2) × 180°
Perhatikan bangun segitiga ABC dengan garis segmen DE sejajar alas BC di atas. Tentukan besar sudut BDE!
Jumlah sudut ▵ABC = 180°:
4x + 2x + 60° = 180° ↔ 6x = 120° ↔ x = 20°
Karena DE sejajar BC, maka ∠BDE sepihak dalam dengan ∠ABC:
∠BDE + ∠ABC = 180° ↔ ∠BDE + 4(20°) = 180° → ∠BDE = 100°
2). Besar sudut segi-n beraturan
Besar sudut tiap komponen = 180° - (360° / n)
Tentukan besarnya masing-masing sudut beraturan berikut: (a) Segitiga sama sisi, (b) Persegi, (c) Segilima beraturan, (d) Segienam beraturan.
a). Segitiga beraturan (n=3): 180° - (360° / 3) = 60°
b). Segiempat beraturan (n=4): 180° - (360° / 4) = 90°
c). Segilima beraturan (n=5): 180° - (360° / 5) = 108°
d). Segienam beraturan (n=6): 180° - (360° / 6) = 120°
3). Sifat-sifat sudut pada bangun datar
a). Segitiga sama kaki dan sama sisi: Sudut alas segitiga sama kaki selalu sama besar. Segitiga sama sisi memiliki tiga sudut yang masing-masing besarnya 60°.
b). Persegi dan Persegi panjang: Keempat sudutnya berbentuk siku-siku (90°).
c). Jajaran Genjang: Sudut yang berhadapan sama besar (∠K = ∠M). Sudut sepihak berjumlah 180° (∠K + ∠L = 180°).
d). Belah ketupat dan layang-layang: Belah ketupat memiliki kesamaan sifat sudut dengan jajaran genjang. Layang-layang memiliki tepat sepasang sudut berhadapan yang sama besar.
Perhatikan belah ketupat ABCD di atas. Jika besar ∠CAD = 35°, berapakah besar ∠ADB?
Kedua diagonal belah ketupat berpotongan tegak lurus membentuk sudut 90°. Maka dalam segitiga siku-siku kecil berlaku:
∠CAD + ∠ADB + 90° = 180° → 35° + ∠ADB + 90° = 180° → ∠ADB = 55°
E). Sudut pada jarum jam
Menentukan akumulasi sudut jarum jam a:b dihitung dari angka 12 lintasan utama:
Sudut jarum pendek (jam) = [a + (b / 60)] × 30°
Sudut jarum panjang (menit) = b × 6°
Besar sudut terkecil diambil dari selisih mutlak nilai keduanya. Jika selisih melebihi 180°, gunakan pengurangan satu putaran penuh: 360° - sudut.
Tentukan besar sudut terkecil pada pukul 02:12?
Sudut Jam = [2 + (12 / 60)] × 30° = 66°
Sudut Menit = 12 × 6° = 72°
Selisih Sudut = |72° - 66°| = 6° (Sudut terkecil = 6°)
Demikian pembahasan materi Sudut Olim Matik SD dan contoh-contohnya. Silahkan juga baca materi lain yang berkaitan dengan materi ini. Setiap artikel akan diupdate secara bertahap. Jika ada kritik dan saran, atau koreksi dari isi artikel di halaman ini, mohon bantuannya untuk menuliskannya di kolom komentar di bagian bawah setiap artikel. Ini sangat membantu untuk memperbaiki kualitas dari artikel di blog koma. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

